Tidakperlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa analisis masalah perlu dilakukan secara cermat sebab keberhasilan pada tahap analisis masalah akan menentukan keberhasilan 7 keseluruhan pelaksanaan PTK. Jika PTK berhasil dilaksanakan dengan membawa kemanfaatan yang dapat Anda rasakan dan dapat dirasakan pula oleh sekolah (intrinsically rewarding BacaJuga: Contoh Kutipan. Contoh Identifikasi Masalah Dalam Riset. Dari ulasan yang sudah kami sampaikan di atas maka kami juga akan memberikan contoh dari Identifikasi Masalah adalah: Contoh 1. Latar Belakang. Saat ini ramai sekali beberapa kasus amoral yang mengikutsertakan anak di bawah usia. LangkahPTK 1. Identifikasi Masalah dan Merumuskan Masalah 2. Analisis Masalah 3. Merumuskan hipotesis tindakan 4. Penyusunan Rencana Tindakan Apa yang diperlukan untuk menentukan pemecahan masalah yang telah dirumuskan Alat atau teknik apa yang diperlukan sebagai pengumpul data Rencana perekaman data Rencana pengolahan data Sebelummasuk pada contoh masalah penelitian kualitatif, saya sedikit ingin membagikan tips mencari sebuah masalah penelitian. Pertama, mulailah dari lingkungan sekitar kita. Tak perlu kita memikir terlalu jauh hingga ke luar negeri, sedangkan hal di sekitar kita sedang tidak baik-baik saja. Contohnya, kenapa adik saya suka berbohong. meningkatkankompetensi dalam mengatasi masalah pembelajaran (memberdayakan guru dalam mengambil prakarsa yang semakin mandiri). 15. D. Metode Analisis Data E. Cara Pengambilan Kesimpulan 37. BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BEBERAPA CONTOH JUDUL PTK 1. UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM KBM KELAS 1 SMA . MELALUI ContohPTK SD Kelas VI Matematika, Contoh PTK, Download PTK, Problem Based Learning (PBL), Matematika Kelas VI, penggunaan model pembelajaran yang bertujuan merangsang terjadinya proses berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan adalah observasi dan tes. Analisis Data contohidentifikasi masalah dalam PTK 1. Judul. Peningkatan pemahaman matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat dengan pendekatan scientific melalui metode permainan dan media kartu domino pada siswa kelas 1 SD. 2. Bidang Kajian. St rategi p embelajaran. 3. 1 Penulisan Proposal PTK. Sistematika proposal penelitian tindakan kelas dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut. Laporan hasil PTK terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: (1) Bagian awal, (2) Bagian inti, dan. (3) Bagian akhir. Stringer(dalam, Wahyulis 2010) mengemukakan beberapa teknik menginterpretasikan hasil analisis data kualitatif adalah sebgai berikut. a. Memperluas analisis dengan mengajukan pertanyaan. Hasil analisis mungkin masih miskin dengan makna, dengan pengajuan beberapa pertanyaan hasil tesebut bisa dilihat maknanya. Analisismasalah dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu : 1. Merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi / refleksi melalui pertanyaan yang diajukan pada diri sendiri mengapa masalah tersebut sampai terjadi. 2. Bertanya kepada siswa melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran. 3. pOXK. Menganalisis Dan Merumuskan Masalah PTKSetelah masalah teridentifikasi, kita perlu melakukan analisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. Tentu saja sebelum menganalisis masalah, kita mengumpulkan data yang terkait dengan masalah tersebut, seperti yang terdapat pada langkah dari Mills 2000. Tanpa melakukan analisis, mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang disebut refleksi, dan dapat pula dengan mengkaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan mungkin bahan pelajaran yang kita siapkan. Semua ini tergantung dari jenis masalah yang kita identifikasi. Misalnya, jika masalah yang kita identifikasi adalah rendahnya motivasi belajar siswa, barangkali yang perlu kita analisis adalah dokumen tentang hasil belajar siswa, catatan harian kita tentang respons siswa dalam pembelajaran, dan yang tak kalah pentingnya melakukan refleksi, sehingga kita mendapat gambaran yang jelas tentang perilaku mengajar kita. Untuk memperjelas langkah analisis ini, coba kaji ilustrasi Tuti adalah seorang guru Bahasa Indonesia di sebuah SMU. Setiap mengajar, ia selalu merasa ada sesuatu yang kurang. Perhatian para siswa terhadap bahasa Indonesia tampaknya tidak menggembirakan. Siswa lebih menganggap bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang diwajibkan dan hanya merupakan tugas rutin untuk mengikutinya. Ibu Tuti merasa siswa menganggap enteng pelajarannya. Setelah berulang kali merenung, Ibu Tuti menyimpulkan bahwa motivasi para siswa untuk belajar bahasa Indonesia sangat rendah. Ini terbukti dari seringnya siswa absen dalam pelajarannya dan nilai rata-rata kelas untuk Bahasa Indonesia hanya 5,4. Ibu Tuti menjadi bingung untuk mengatasi masalah Anda yang menjadi Ibu Tuti, bagaimana cara Anda mengatasi masalah tersebut? Tindakan pertama yang perlu Anda lakukan adalah menganalisis masalah yang telah diidentifikasi oleh Ibu Tuti, yaitu rendahnya motivasi para siswa untuk belajar bahasa Indonesia. Untuk menganalisis masalah ini, Ibu Tuti perlu melakukan hal-hal Menganalisis daftar hadir siswa, kemudian menyimpulkan berapa % rata-rata kehadiran siswa dalam satu bulan. Di samping itu, perlu pula dianalisis, apakah yang absen hanya siswa tertentu ataukah hampir semua pernah absen, dan apa Menganalisis daftar nilai siswa, kemudian mengaitkan frekuensi ketidakhadiran siswa dengan nilainya. 3. Menganalisis tugas-tugas yang diberikan kepada siswa beserta bahan pelajaran yang dipakai, apakah tugas dan bahan pelajaran tersebut cukup menantang atau Menganalisis balikan feedback yang diberikan guru terhadap pekerjaan siswa. Apakah balikan tersebut membuat siswa frustrasi atau mendorong siswa untuk memperbaiki Melakukan refleksi terhadap perilaku mengajar Ibu Tuti. Seyogianya Ibu Tuti secara jujur merenungkan kembali kebiasaannya di dalam kelas. Apakah dia sering marah-marah, bersikap tidak simpatik, atau sebaliknyaDari hasil analisis di atas, Ibu Tuti dapat mempertajam masalah yang dihadapi serta menetapkan masalah mana yang paling mendesak untuk dibenahi. Misalnya, dari hasil analisis tersebut Ibu Tuti menemukan bahwa hanya siswa tertentu sekitar 20 orang dari 35 siswa yang sering absen, dan memang temyata siswa yang sering tidak hadir nilainya rendah. Dari analisis tugas, bahan pelajaran, dan balikan, lbu Tuti menemukan bahwa tugas yang diberikan yang diambil dari buku paket memang membosankan karena hanya menuntut siswa untuk menghapal, tanpa pernah meminta siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara bebas dalam bahasa tulis. Balikan yang diberikan oleh Ibu Tuti pada tugas-tugas tersebut, ternyata hanya dua kata yaitu cukup dan kurang. Dari refleksi yang dilakukan, Ibu Tuti merasa bersikap biasa-biasa saja, hanya dia merasa jarang memberikan penguatan. Ia lebih banyak menegur siswa yang kurang berhasil daripada memuji siswa yang uraian di atas dapat Anda simak bahwa begitu banyak masalah yang ditemukan Ibu Tuti yang dianggapnya menyebabkan rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Di samping masalah yang sudah dianalisis, Ibu Tuti juga memperkirakan bahwa Ebtanas Bahasa Indonesia juga tidak mendorong siswa untuk belajar lebih baik. Namun, in kemudian berkesimpulan bahwa ia harus memilih masalah yang dapat ia atasi sendiri. Ia kemudian memutuskan bahwa ia akan memfokuskan usahanya pada perbaikan tugas dan bahan ajar yang ia gunakan. Berkaitan dengan hal ini, Ibu Tuti dapat merumuskan masalah sebagai dan bahan belajar yang bagaimana yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia?Sebagaimana yang Anda simak dalam rumusan masalah tersebut, sebuah masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, yang menggambarkan sesuatu yang ingin dipecahkan atau dicari jawabannya melalui penelitian, dalam hal ini penelitian tindakan kelas PTK. Masalah yang dihadapi guru mungkin sangat luas, oleh karena itu, guru perlu memfokuskan perhatiannya pada masalah yang mungkin dapat dia tanggulangi dan yang memang memerlukan prioritas untuk ditangani. Dalam hal ini, Anda perlu mengingat kembali rambu-rambu pemilihan masalah yang dapat dijadikan fokus PTK atau yang dapat dipecahkan melalui PTK Selanjutnya, masalah perlu dijabarkan atau dirinci secara operasional agar remcana parhaikannya dapat lebih terarah. Misalnya, masalah tugas dan bahan belajar yang bagaimana yang dapat meningkatkan motivasi siswa dapat dijabarkan sebagai Bagaimana frekuensi pemberian tugas yang dapat meningkatkan motivasi siswa?2 Bagaimana bentuk dan materi tugas yang memotivasi? 3. Bagaimana syarat bahan belajar yang menarik?4. Bagaimana kaitan materi bahan belajar dengan tugas yang diberikanDengan dirumuskannya masalah secara operasional, Anda sudah mula membuat rencana perbaikan atau rencana PTK. Mari kita kaji rencana Merebut lebih IGAK Wardhani dan kuswaya wihardit, penelitian tindakan kelas, 2011, cet 11, universitas terbuka, hal... Analisis data dan refleksiSalah satu ciri guru yang profesional adalah mampu mengambile keputusan baik sebelum, selama, maupun setelah pembelajaran berlangsung. Keputusan yang diambil didasarkan pada berbagai pertimbangan yang berasal dari berbagai sumber. Dalam kaitan dengan PTK, sumber pertimbangan tersebut adalah data yang dikumpulkan baik melalui observasi maupun dengan teknik lain. Agar data tersebut bermakna sebagai dasar untuk mengambil keputusan, data tersebut harus dianalisis atau diberi data pada tahap ini agak berbeda dengan interpretasi yang dilakukan pada tahap observasi. Jika interpretasi dilakukan pada setiap saat observasi dan pada pertemuan/diskusi balikan, maka analisis data dilakukan setelah satu paket perbaikan selesai diimplementasikan secara keseluruhan. Misalnya, jika perbaikan ini direncanakan untuk enam kali pembelajaran, maka analisis data dilakukan setelah keenam pembelajaran tuntas dilaksanakan. Dengan demikian, pada setiap pembelajaran akan terjadi interpretasi yang dimanfaatkan untuk melakukan penyesuaian, dan pada akhir paket perbaikan diadakan analisis data secara keseluruhan untuk menghasilkan informasi yang dapat menjawab hipotesis perbaikan yang dirancang data dapat dilakukan secara bertahap, pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Pada tahap pertama, data diseleksi, difokuskan, jika perlu ada yang direduksi karena itu tahap ini sering disebut sebagai reduksi data. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Tahap kedua, data yang dah terorganisasi ini dideskripsikan sehingga bermakna, baik dalam bentuk narasi, grafik, maupun tabel. Akhirnya, berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat ditarik kesimpulan dalam bentuk pernyataan atau formula singkat. Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap tahap-tahap analisis data ini, coba simak contoh keempat pembelajaran IPS yang direncanakan berakhir, Ibu Tuti mengolah semua data yang terkumpul dari empat pembelajaran. Pertama, ia kumpulkan data yang berkaitan dengan kualitas respons siswa, baik dari hasil observasi maupun dari transkrip rekaman yang dibuatnya. Setelah itu, ia kumpulkan data yang berkaitan dengan jenis pertanyaan yang diajukannya. Kedua jenis data ini diolah dan dipasangkan satu dengan yang lain. Data ini kemudian diperkaya dengan catatan harian yang dibuatnya dan hasil diskusi balikan dengan teman sejawat yang mengamatinya. Terakhir, Ibu Tuti mencoba mengelompok kan hasil belajar siswa dalam mencari pemecahan satu masalah secara tahap kedua, Ibu Tuti mencoba menampilkan data tersebut dalam bentuk grafik yang menggambarkan hubungan jenis pertanyaan guru dengan kualitas respons siswa. Ia juga membuat tabel distribusi tentang hasil belajar siswa. Tabel dan grafik dilengkapi dengan tahap ketiga, Ibu Tuti berusaha menarik kesimpulan dari grafik, tabel, dan narasi yang telah dibuatnya pada tahap 2. la menemukan bahwa jenis pertanyaan yang terbuka mengundang respons siswa lebih banyak, namun kualitas respons siswa sangat terkait dengan tuntunan yang diberikan. Selanjutnya, ia menyimpulkan hasil belajar siswa terkait dengan kualitas respons yang disampaikan dalam mencermati contoh di atas, Anda pasti dapat memahami bahwa analisis data merupakan tahap sangat penting dalam PTK. Tanpa analisis data, guru tidak akan dapat memperkirakan dampak perbaikan yang dilakukannya. Selanjutnya, analisis data akan membantu guru melakukan refleksi, yaitu mengingat kembali segala perilakunya ketika mengajar dan mencoba merenungkan mengapa ia berperilaku seperti itu dan mengapa siswa merespons seperti itu. Mari kita kaji sekarang tahap RefleksiMelakukan refleksi tidak ubahnya seperti berdiri di depan cermin untuk melihat kembali bayangan kita atau memantulkan kembali kejadian yang perlu kita kaji. Dengan dibantu oleh hasil analisis data, guru mencoba merenungkan mengapa satu kejadian berlangsung dan mengapa seperti itu terjadinya. Ia juga mencoba merenungkan mengapa satu usaha perbaikan berhasil dan mengapa yang lain gagal. Melalui refleksi, guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, serta apa yang perlu diperbaiki lagi dalam pembelajaran berikutnya. Refleksi dilakukan melalui analisis dan sintesis, serta induksi dandeduksi. Analisis dilakukan dengan merenungkan kembali secara intensif kejadian-kejadian atau peristiwa yang menyebabkan munculnya sesuatu yang diharapkan atau tidak diharapkan. Misalnya, dalam paparan data tercantum bahwa terdapat tiga kali interaksi yang sangat seru antarsiswa. Guru mencoba mengingat kembali apa yang memicu terjadinya interaksi yang seru tersebut. Dari hasil refleksi guru menemukan bahwa interaksi tersebut berawal dari pertanyaan guru yang menantang siswa untuk berpikir menemukan cara untuk mengantisipasi datangnya bencana alam. Pertanyaan itu ditanggapi oleh seorang siswa, kemudian guru meminta tanggapan dari siswa lain. Akhirnya tanpa diminta, siswa lain menanggapi pendapat temannya. Guru mencoba mensintesiskan kejadian tersebut, dan sampai pada kesimpulan bahwa jenis pertanyaan dan teknik memindahkan giliran dapat meningkatkan partisipasi siswa Berdasarkan renungan tersebut, guru berencana akan menggunakan teknik memindahkan giliran secara teratur. Namun, guru juga menyadari, interaksi yang sangat seru tersebut mengundang munculnya iklim yang kurang sehat karena siswa secara bebas menanggapi pendapat temannya, sehingga ada yang sampai menyinggung perasaan. Guru kembali mengingat mengapa hal tersebut sampai terjadi. Dari hasil renungan tersebut, guru menyadari bahwa ia tidak pernah memberi aturan sebelum diskusi dimulai. Ia juga sadar bahwa ia membiarkan saja para siswa berbicara tanpa kendali, sehingga suasana yang mengarah ke iklim yang tidak sehat tersebut terjadi. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut pada pembelajaran yang akan datang, guru merencanakan akan menyampaikan aturan diskusi pada awal pelajaran dan mencoba mengendalikan diskusi secara lebih IGAK Wardhani dan kuswaya wihardit, penelitian tindakan kelas, 2011, cet 11, universitas terbuka, hal...