Foto iStock/Manfaat Surat Al Waqiah, Lengkap KeutamaannyaManfaat Surat Al Waqiah, Latin dan Terjemahan Ayat 11-20 Lengkap. Jakarta -. Al Waqiah menjadi surat urutan ke-56 dalam Al Quran. Dalam
Padasurat hud ayat 117-119 ini mempunyai pelajaran atau isi kandungan mengenai tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat. Baca Juga: Surat Al-Hasyr Ayat 7: Teks Arab, Latin, Terjemah, Tafsir dan Arti Perkata. Berikut ini Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia, Tafsir Kemenag dan Mufradat / Arti Perkata Quran Surat Hud Ayat
Bacaanteks lafadz surah Hud tulisan arab saja. Surah Hud merupakan urutan surat yang ke-11 dalam Kitab Suci Al Qur'an. Surat Hud terdiri dari 123 ayat dan merupakan urutan Juz 11 (ayat 1-5) sampai Juz 12 (ayat 6-123) serta tergolong dalam surah-surah Makkiyah.
اَلَّاتَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۗاِنَّنِيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌۙ allā ta'budū illallāh, innanī lakum min-hu nażīruw wa basyīr agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu.
HudAyat 61. 61. dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.
Paragrafdi atas merupakan Surat Hud Ayat 6 dengan text arab, latin dan artinya. Ada pelbagai penjabaran dari kalangan mufassirun mengenai makna surat Hud ayat 6, misalnya sebagaimana terlampir: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia
kuyhB8p.
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ Arab-Latin Qāla rabbi innī a'ụżu bika an as`alaka mā laisa lī bihī 'ilm, wa illā tagfir lī wa tar-ḥamnī akum minal-khāsirīnArtinya Nuh berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui hakekatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". Hud 46 ✵ Hud 48 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Berharga Terkait Surat Hud Ayat 47 Paragraf di atas merupakan Surat Hud Ayat 47 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan pelajaran berharga dari ayat ini. Didapatkan kumpulan penjelasan dari berbagai ulama mengenai kandungan surat Hud ayat 47, sebagiannya seperti termaktub📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaNuh berkata, ”wahai tuhanku, sesungguhnya aku memohon keselamatan dan mengharap perlindungan kepadaMu dari memohon kepadaMu sesuatu yang aku tidak memiliki pengetahuan. Dan jika Engkau tidak mengampuni dosaku dan merahmatiku dengan rahmatMu, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang memperdayai diri mereka hingga kehilangan kebaikan-kebaikannya dan akhirnya binasa.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram47. Nuh -'alaihissalām- berkata, "Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku meminta pertolongan-Mu dan perlindungan-Mu dari meminta sesuatu yang tidak kuketahui duduk persoalannya. Jika Engkau tidak berkenan mengampuni dosaku dan menyayangiku dengan kasih sayang-Mu, niscaya aku akan termasuk orang yang merugi di Akhirat nanti."📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah47. Nuh berkata “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu agar tidak memohon sesuatu yang tidak aku miliki ilmunya. Dan jika Engkau tidak mengampuniku dengan karunia-Mu dan tidak merahmatiku dengan rahmat-Mu yang Maha Luas, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah47. قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ Nuh berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui Sesuatu yang tidak aku ketahui kebenaran dan kebolehannya. وَإِلَّا تَغْفِرْ لِىDan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku Atas kesalahanku telah memohon hal itu tanpa ada pengetahuan dariku. وَتَرْحَمْنِىٓ dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku Dengan rahmat-Mu, dan tidak menerima taubatku. أَكُن مِّنَ الْخٰسِرِينَ niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi Dalam amal perbuatanku sehingga aku tidak mendapatkan keuntungan darinya.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah47. Nuh menjawab dengan berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui hakekatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahNuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu} Aku memohon perlindungan dan pertolongan kepadaMu {dari memohon sesuatu yang tidak aku ketahui. Jika Engkau tidak mengampuniku dan mengasihiku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H47. pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dilakukannya, dan Nuh berkata "ya Rabbku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang orang yang merugi”. Maka dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. ini menunjukan bahwa Nuh tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk kedalam firman Allah “dan janganlah kamu bicarakan dengan aku tentang orang orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan” akan tetapi ada perkara yang bertentangan dengannya, dia mengira ia masuk kedalam FirmanNya, ”dan keluargamu” dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk kedalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulag ulangnya untuk mereka.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna ayat Nabi Nuh menjawab رب “Wahai Rabbku, إني أعوذ بك aku berlindung kepada-Mu أن أسألك –dari saat ini—untuk memohon sesuatu yang tidak aku ketahui. Seandainya Engkau tidak mengampuniku dan merahmatiku, أكن من الخاسرين tentu aku akan menjadi orang-orang yang kehilangan keberuntungan, lantas binasa. Pelajaran dari ayat • Keutamaan Nabi Nuh, bahwa ia satu dari para Rasul Ulul Azmi.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Hud ayat 47 Terhadap kelalaianku. Yakni tanpa ampunan Allah dan rahmat-Nya seorang hamba menjadi orang yang rugi. Nabi Nuh alaihis salam tidak mengetahui bahwa permohonannya agar anaknya yang kafir diselamatnya adalah haram, bahkan melakukan perkara yang dilarang Allah dalam firman-Nya, “Dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” lih. Ayat 37, ia mengira permohonannya itu boleh karena anaknya yang kafir termasuk keluarganya yang dijanjikan akan diselamatkan. Namun setelah mendapat teguran Allah, jelaslah bahwa permohonan tersebut termasuk yang dilarang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Hud Ayat 47Setelah Allah memperingatkan nabi nuh untuk tidak memohonkan keselamatan dan ampunan bagi putranya yang kafir, dan nabi nuh pun menyadari kekeliruannya, kemudian dia nabi nuh berkata, ya tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepadamu sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Kalau sekiranya engkau tidak mengampuni kesalahan dan dosaku yang lalu, sekarang, dan mendatang, dan tidak pula menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk golongan orang yang rugi dan jauh dari rahmat-Mu. Para nabi memohon ampunan atas kesalahan yang dilakukan, sekalipun apa yang dilakukan itu di luar pengetahuannya, karena khawatir akan pengaruh dosa yang dilakukan jika Allah tidak mengampuninya. Setelah nabi nuh memohon ampunan kepada Allah, dan Allah menerima ampunan nabi nuh serta menyelamatkannya dari bencana, lalu difirmankan kepadanya, wahai nabi nuh! turunlah bersama keluarga dan pengikutmu dari kapal ini dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari kami, bagimu dan bagi semua umat mukmin yang ikut bersamamu maupun umat-umat yang datang sesudahmu sampai hari kiamat. Dan ada pula umat-umat yang datang sesudahmu akan kami beri kesenangan dalam kehidupan dunia, tetapi karena mereka durhaka, maka tidak memperoleh keselamatan dan keberkahan, kemudian mereka akan ditimpa azab kami di dunia dan akhirat atau di akhirat saja dengan siksa yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian variasi penafsiran dari beragam ulama tafsir mengenai kandungan dan arti surat Hud ayat 47 arab-latin dan artinya, moga-moga memberi kebaikan untuk ummat. Dukunglah usaha kami dengan memberi hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan Konten Paling Sering Dikunjungi Tersedia banyak topik yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat Al-Muthaffifin, Al-Humazah, Al-Ma’idah 48, An-Nisa, Al-Fatihah 5, Al-Fatihah 4. Ada juga At-Tin 4, At-Taubah, An-Nahl 114, Al-Anbiya 30, Al-A’raf 54, Ali Imran 190. Al-MuthaffifinAl-HumazahAl-Ma’idah 48An-NisaAl-Fatihah 5Al-Fatihah 4At-Tin 4At-TaubahAn-Nahl 114Al-Anbiya 30Al-A’raf 54Ali Imran 190 Pencarian allah mengajarkan manusia hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia dengan, surat at thalaq ayat 2 3 ayat seribu dinar, al ashr artinya adalah, surat surah al imran ayat 1 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ Arab-Latin Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīnArtinya Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang pagi dan petang dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Hud 113 ✵ Hud 115 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Menarik Tentang Surat Hud Ayat 114 Paragraf di atas merupakan Surat Hud Ayat 114 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir menarik dari ayat ini. Terdapat variasi penjabaran dari beragam mufassirun terkait kandungan surat Hud ayat 114, di antaranya sebagaimana berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan kerjakanlah shalat wahai Nabi, dengan cara sebaik-baiknya pada dua tepi siang, yaitu pagi dan sore hari, dan pada saat-saat malam hari, Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik akan menghapuskan dosa-dosa yang terdahulu dan menghilangkan pengaruh buruknya. Dan adanya perintah untuk mendirikan shalat dan penjelasan perbuatan-perbuatan baik akan melenyapkan perbuatan-perbuatan buruk memuat satu nasihat bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan memikirkanya📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram114. Dan dirikanlah salat -wahai Rasul- dengan sebaik-baiknya di dua ujung siang, yaitu pagi dan petang hari. Dan dirikanlah salat di saat-saat tertentu di malam hari. Sesungguhnya amal perbuatan yang baik dapat menghapuskan dosa-dosa kecil. Hal tersebut merupakan nasihat bagi orang-orang yang mau menerima nasihat dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah114. Dan selalu dirikanlah shalat, kerjakanlah pada pagi dan petang hari, yaitu shalat subuh, dhuhur, dan ashar; dan kerjakanlah pada waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu shalat maghrib, isya’, dan shalat malam. Sesungguhnya dengan shalat dan seluruh amal kebaikan lainnya Allah menghapus kesalahan-kesalahan. Demikianlah pelajaran bagi orang-orang yang senantiasa mengambil pelajaran dan mendapat manfaat dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah114. وَأَقِمِ الصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang Yaitu shalat subuh dan ashar. Namun pendapat lain mengatakan, yakni shalat subuh dan maghrib. وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۚ dan pada bahagian permulaan daripada malam Yakni waktu shalat di malam hari. Atau yang dimaksud adalah shalat Isya’. إِنَّ الْحَسَنٰتِ Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu Dan diantaranya serta yang menjadi tiangnya adalah shalat. يُذْهِبْنَ السَّيِّـَٔاتِ ۚ menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk Perbuatan buruk secara umum. Pendapat lain mengatakan yakni menghapus dosa-dosa kecil saja, ia menghapusnya sampai seakan-akan tidak pernah dilakukan. ذٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذّٰكِرِينَ Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat Yakni menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah114. Dirikanlah shalat di waktu pagi dan siang, pagi dan sore, maksudnya adalah shalat subuh, ashar, dan zhuhur. Dan di sepanjang waktu malam secara mutlak, yaitu mencakup shalat maghrib dan isya’. Sesungguhnya mengerjakan kebaikan, salah satunya yaitu shalat lima waktu itu bisa menghilangkan atau melebur dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar maka harus dilebur dengan bertaubat. Sebagian kalian melihat bahwa umumnya keburukan itu bisa dilebur dengan kebaikan. Hukum tersebut merupakan pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDirikanlah shalat pada kedua ujung hari} permulaan dan akhir siang {dan pada bagian-bagian} waktu-waktu {malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus haal-hal buruk. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat} pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaranMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H114 Allah memerintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna, ”pada kedua tepi siang pagi dan petang” yakni diawal dan diakhirnya, termasuk dalam hal ini shalat shubuh, zhuhur dan ashar. ”dan pada bagian permulaan dari malam” termasuk didalamnya shalat maghrib dan isya, dan itu juga mencakup shalat malam karena ia termasuk yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. ”sesungguhnya perbuatan perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan perbuatan yang buruk” maksudnya, shalat lima waktu ini dan shalat shalat sunnah yang mengikutinya adalah termasuk kebaikan yang paling besar, di samping ia adalah kebaikan yang mendekatkan kepada Allah dan mengundang pahala Allah, ia juga menghapus keburukan dan menghilangkannya, yang dimaksud dengan itu adalah dosa dosa kecil sebagaimana hadits hadits shahih dari Nabi membatasinya demikian. Seperti sabda nabi, ”shalat lima waktu, shalat jum’at ke jum’at berikutnya Ramadhan ke ramadhan berikutnya adalah pelebur dosa yang terletak diantaranya, selama dosa dosa besar dijauhi” Bahkan seperti yang dikhusukan dalam surat An-Nisaa yaitu firman Allah ta'ala "jika kamu menjauhi dosa besar yang kalian dilarang darinya, kami akan hapus dosa-dosa mu dan kami masukan kamu ke tempat yang mulia" “itulah” bisa jadi isyaratnya kembali kepada semua yang disebutkan berupa istiqamah diatas jalan yang lurus, tidak melanggar dan melampaui batasnya, tidak rukun kepada orang orang zhalim, perintah menegakan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan itu melenyapkan keburukan, semua itu adalah “peringatan bagi orang orang yang ingat” mereka memahami apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dengannya, dan menaati perintah yang baik itu yang membuahkan kebaikan yang menangkal keburukan dan kejahatan.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ wa aqimish shalaah laksanakanlah shalat-shalat wajib. طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ tharafayinnahaari subuh pada awal yang pertama, kemudian zhuhur, ashar pada bagian kedua. وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ wa zulafam minal lail jam-jam malam, yaitu shalat maghrib dan isya. إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّئَِّاتِۚ innal hasanaati yudzhibnas sayyiaat pahala dari shalat lima waktu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang terjadi di antara waktu shalat tersebut. ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ dzaalika dzikraa lidz dzaakiriin yang telah disebutkan dalam firman-Nya وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ “Tegakkanlah shalat.” Pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Makna ayat Ayat ini masih menceritakan arahan untuk Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan orang-orang beriman, serta petunjuk bagi mereka menuju kesempurnaan dan kebahagiaan. Allah ta’ala berfirman وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ Dirikanlah shalat di waktu yang lima ini yaitu Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Tunaikanlah shalat dengan sempurna, sehingga ia menjadi kebaikan yang Allah akan menghapus dengannya keburukan. Firman-Nya ذَٰلِكَ perkara yang diperintahkan serta konsekuensinya, ذِكۡرَىٰ pelajaran لِلذَّٰكِرِينَ bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Pelajaran dari ayat • Penjelasan waktu-waktu shalat. Dua penghujung siang pagi, yaitu shalat Subuh, serta petang, yaitu shalat Zhuhur dan Ashar, dan permulaan malam yaitu shalat Maghrib dan Isya. • Pernjelasan ketentuan Allah ta’ala bahwa kebaikan menghapus keburukan, dan dalam hadits, “الصَّلَاةُ إِلىَ الصَّلاَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهَا مَا لَمْ تَغْشَ الكَبَائِرَ” “ Sholat ke sholat yang lain adalah penghapus dosa di antara keduanya.”📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Hud ayat 114 Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang laki-laki yang mencium seorang wanita, lalu laki-laki itu datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu, maka turunlah kepada Beliau ayat, “Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang pagi dan petang dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah.” Laki-laki itu berkata, “Apakah ayat ini untukku?” Beliau bersabda, “Untuk orang yang melakukan demikian di kalangan umatku.” Dalam riwayat Muslim dan para pemilik kitab sunan dari Ibnu Mas’ud disebutkan, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mendapatkan seorang wanita di kebun, lalu aku berbuat segala sesuatu dengannya, hanyasaja aku tidak menjima’inya; aku mencium dan memeluknya. Oleh karena itu, lakukanlah terhadapku apa yang engkau kehendaki…dst.” Yakni shalat Subuh, Zhuhur dan Ashar. Yaitu Maghrib dan Isya. Termasuk ke dalamnya shalat malam, karena ia dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala berdasarkan lafaz “wa zulafam minal lail.” Seperti shalat yang lima waktu dan shalat-shalat sunat. Yakni dosa-dosa kecil, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ » . “Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke shalat Jum’at berikutnya, dan Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya mengapuskan dosa-dosa antara keduanya apabila ia menjauhi dosa-dosa besar.” HR. Muslim Kata “itu” di sini bisa tertuju kepada perintah-perintah sebelumnya, yaitu tetap istiqmah di atas jalan yang lurus, tidak melampaui batas, tidak cenderung kepada orang-orang zalim, mendirikan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan. Dengannya mereka dapat memahami perintah dan larangan Allah, dan mereka bisa mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang membuahkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Akan tetapi, perbuatan tersebut butuh usaha keras dari dalam diri manusia dan kesabaran, oleh karenanya pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Hud Ayat 114Setelah diperintahkan untuk istikamah dalam melaksanakan ajaran agama dan memiliki pendirian teguh, maka ayat berikut ini diperintahkan melaksanakan salat serta beramal saleh, karena amaliah tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana firman-Nya dan laksanakanlah salat dengan teratur dan benar sesuai dengan ketentuan agama, baik syarat, rukun, dan sunah-sunahnya pada kedua ujung siang, yakni pagi dan petang atau salat subuh, zuhur dan asar dan pada bagian permulaan malam yaitu salat magrib, isya, dan salat sunah seperti tahajud dan witir. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu seperti salat sebagaimana disebutkan di atas, zakat, sedekah, zikir, istigfar, dan amal ibadah lainnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosadosa kecil yang telah dilakukan, lantaran perbuatan itu tidak mudah dihindari. Adapun dosa besar, harus disertai dengan tobat yang tulus. Itulah peringatan yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya dan selalu mengingat Allah. Dan selain mengerjakan salat, juga bersabarlah dalam menghadapi cobaan dan kesulitan ketika melaksanakan perintah Allah, karena tanpa kesabaran, amal ibadah terasa berat, terutama dalam hal beristikamah. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan sedikit pun pahala yang diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan. Perintah bersabar pada ayat ini mencakup bersabar dalam melaksanakan perintah Allah, dan bersabar dalam menghindari perbuatan maksiat maupun bersabar dalam menghadapi ujian atau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah pelbagai penafsiran dari banyak ulama tafsir terhadap makna dan arti surat Hud ayat 114 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa faidah untuk kita. Sokong usaha kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Paling Banyak Dilihat Nikmati ratusan topik yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat Al-Baqarah 286, Al-Ma’idah 2, Al-Isra 23, Al-Hujurat 12, Asy-Syams, Al-Baqarah 83. Serta Az-Zalzalah, At-Takatsur, Al-Mujadalah 11, Ali Imran, An-Nur 2, Yunus 40-41. Al-Baqarah 286Al-Ma’idah 2Al-Isra 23Al-Hujurat 12Asy-SyamsAl-Baqarah 83Az-ZalzalahAt-TakatsurAl-Mujadalah 11Ali ImranAn-Nur 2Yunus 40-41 Pencarian al araf latin, ar rahman ayat 14, wala tansa nasibaka minaddunya, surat at tahrim ayat 6 latin, innamal khomru wal maisiru Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah