Hadits ini mengandung banyak pelajaran penting. Ia juga merangkum banyak hal dengan menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Sekaligus menunjukkan cara mudah masuk surga. Lebih detailnya, berikut ini kandungan hadits dan pelajaran penting Hadits ke-22 Arbain Nawawi: 1. Semangat meraih surga.
Hadits ini jadi rujukan dalam banyak bab, lebih-lebih dalam bahasan muamalah, seperti jual beli, gadai. Begitu juga hadits ini jadi dipakai dalam bab nikah di mana seorang suami tidak boleh memberikan mudarat pada istrinya. Juga dalam bab wasiat, seseorang tidak boleh memberikan yang nantinya memudaratkan ahli waris. Kelima:
Terdapat 3 poin penting dari hadits diatas, (1) mengenai orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun dia benar. Hal ini kurang lebih sama seperti dengan ilustrasi 1+1=5 sebelumnya, tinggalkan perdebatan maka jaminan rumah di surga bagian bawah akan diperoleh. (2) orang-orang yang memperoleh jaminan yang lebih tinggi yaitu rumah di surga bagian
SERIAL HADITS ANAK الاحاديث للاطفال JANGAN MARAH لاَتَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّة “ Jangan marah dan bagimu Surga “ [HR.
Jika istri menyakiti suami, maka bidadari di surga akan marah. Kenapa bisa? Abu ‘Isa Tirmidzi membawakan judul bab dalam kitab jami’nya: “Ancaman bagi wanita yang menyakiti suaminya.”. Imam Nawawi membawakan judul bab dalam Riyadhus Sholihin tentang kewajiban istri pada suami. Keduanya membawakan hadits berikut ini setelahnya.
Muslim, no. 1704) Kedua: Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan, “Susunan tubuh dan selamatnya anggota badan merupakan nikmat Allah bagi hamba-Nya. Maka semua tulang dari tubuh ini punya bagian bersedekah sebagai bentuk syukur atas nikmat-nikmat yang diberikan.”. ( Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:74-75).
Arti Laa Taghdob wa Lakal Jannah, Hadits dari Nabi Muhammad saw Tentang Larangan Marah لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ Latin : Laa Taghdob wa Lakal Jannah. Artinya: “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” [HR.
Yaitu sebar luaskan salam di antara kalian.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Salam mengatakan Rasulullah bersabda, “Wahai manusia tebarkan salam di antara kalian, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan sholatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR.
Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata : “Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”.
5. Larangan dari marah berdasarkan sabda beliau, “Engkau jangan marah!” Sebab, amarah dapat menimbulkan berbagai kerusakan yang besar apabila seseorang berbuat dengan menuruti hawa nafsu untuk membela dirinya. 6. Agama Islam melarang akhlak yang jelek, dan larangan tersebut mengharuskan perintah berakhlak yang baik. 7.
brnkeTD.